MORPHEMES
Apakah kalian sudah faham apa itu morpheme?
istilah morpheme harus kita pahami. Sebab, penguasaan tentang morpheme akan membantu kita dalam menyusun kalimat bahasa Inggris dan berkomunikasi,OK.
Sebagai salah satu contohnya adalah kata “respectable” yang terdiri dari dua jenis morpheme.
Respect + able
“Respect” adalah free morpheme. Suffix ‘-able‘, digunakan untuk membentuk kata sifat yang biasanya ditempatkan di akhir kata kerja seperti- ‘useable‘, ‘lovable’, ‘deniable’. Kedua morpheme (‘understand’ dan ‘able‘) dalam kata “understandable” tidak dapat dibagi lagi karena akan menghilangkan makna.
Apa Itu Morpheme?
Dalam tata bahasa dan morfologi bahasa Inggris, morpheme adalah:
“Unit linguistik yang terdiri dari kata seperti dog, atau elemen kata -s di akhir kata dog, yang tidak dapat dibagi menjadi bagian yang lebih kecil. Banyak kata dalam bahasa Inggris terdiri dari satu free morpheme.”
Misalnya, setiap kata dalam kalimat berikut memiliki morfem yang berbeda: “I need to go now, but you can stay.” Sehingga tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
Jenis Morpheme
Beberapa jenis morpheme yang perlu kamu tahu adalah sebagai berikut:
–Free Morpheme:
bisa juga free morpheme diartikan unsur kata yang dapat berdiri sendiri sebagai kata. Ini juga disebut morfem tidak terikat atau morfem berdiri bebas. Morfem bebas merupakan kebalikan dari morfem terikat, yaitu unsur kata yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai kata.
bis juga dapat diartikan bound morpheme adalah unsur kata yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai kata, termasuk awalan dan akhiran.
–Lexical Morpheme: morfem yang memiliki makna sendiri (lebih tepat memiliki arti). Morfem gramatikal menentukan hubungan antara morfem lainnya.
–Inlectional Morpheme: Dalam morfologi bahasa Inggris, morfem infleksi adalah sufiks yang ditambahkan ke kata (kata benda, kata kerja, kata sifat atau kata keterangan) untuk menetapkan properti tata bahasa tertentu untuk kata itu, seperti tegang, nomor, kepemilikan, atau perbandingan.
Contoh Kalimat Free Morpheme dan Bound Morpheme
Jika kamu masih bingung bagaimana caranya membedakan free morpheme dan bound morpheme? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini ya!
Free Morpheme
The farmer kills the duckling – free morphemes dalam kalimat tersebut adalah the, farm, kill and duck
Bound Morpheme
“Tyger Tyger, burning bright,
In the forests of the night;
What immortal hand or eye,
Could frame thy fearful symmetry?
Did he smile his work to see?
Did he who made the Lamb make thee?”
Beberapa kata di atas seperti burning, immortal, dan fearful adalah contoh bound morpheme.
jadi Free morphemes adalah morfem yang bisa berdiri sendiri menjadi kata tanpa harus terikat / menempel pada morfem lain. Free morphemes mempunyai beberapa jenis dasar, yaitu verbs, nouns, adjectives, prepositions, dan lainnya. Contoh: study (verb), man (noun), kind (adj), on (prep). Free morphemes dibagi menjadi 2, yaitu lexical morphemes (open-class) dan functional morphemes (closed-class).
- Lexical morphemes adalah morfem yang bisa berdiri sendiri dan itu bisa menyampaikan isi dari pesan yang kita sampaikan, dibagi menjadi 3, yaitu verbs, nouns dan adjectives.
Contoh: read (verb), baby (noun), cool (adj).
- Functional morphemes adalah morfem yang bisa berdiri sendiri namun belum jelas isi yang akan disampaikan, dibagi menjadi 4, yaitu conjunctions, prepositions, articles, dan pronouns.
Contoh: but (conj), at (prep), the (artc), she (pronoun).
- Bound Morphemes (terikat)
Bound morphemes adalah morfem yang tidak bisa berdiri sendiri melainkan harus terikat / menempel pada morfem lain. Bound morphemes dibagi menjadi 2, yaitu derivational morphemes dan inflectional morphemes.
- Derivational morphemes adalah morfem yang jika diikatkan / ditempelkan pada morfem lain akan membentuk morfem / kata yang baru atau untuk membentuk kata dengan gramatika (lexeme) yang berbeda dari kata sebelumnya. Di dalam derivational ada 2 macam, yaitu bisa terdapat in the beginning of a word (prefixes) atau in the end of a word (suffixes), di dalam bahasa Indonesia kita biasa mengenalnya dengan sebutan imbuhan (affixes).
Contoh: kata beautiful (adj) diperoleh dari kata beauty (noun) yang mendapat tambahan morfem “ful” yang mengubah noun menjadi adjective. Nah dari alasan itu lah morfem “ful” termasuk ke dalam derivational morphemes yang suffix (berada di akhir kata) karena mengubah kata dari noun lexeme berubah menjadi adjective lexeme.
- Inflectional morphemes adalah morfem yang diikatkan/ditempelkan pada morfem lain yang hanya untuk mengidentifikasi gramatikanya, bukan untuk menghasilkan kata baru atau membentuk kata dengan gramatika (lexeme) yang berbeda dari kata sebelumnya.
Contoh: kata books (noun) diperoleh dari kata book (noun), di sini book berubah menjadi books karena untuk menjelaskan bahwa buku itu jumlahnya banyak (plural), jadi tidak mengubah lexeme dari kata itu, karena kata book menjadi books tetap berada pada lexeme yang sama yaitu noun lexeme.